BABAK FINAL SELEKNAS

Dengan adanya beberapa pertanyaan yang terjadi saat ini di medsos maka kami pengurus pusat PPMBSI mencoba meluruskan sebagai berikut:

  1. Putaran selekda yang diberitakan tidak atas persetujuan semua pengda sehingga merusak jadwal liga yang sudah ada:

Ini pernyataan tidak benar (ada sebagian orang mencoba menyesatkan anggotanya untuk kepentingan pribadinya). Kejadian yang sebenarnya sebagai berikut, pada saat lomba nasional di Semarang akhir 2019, kami sudah memberitahukan masalah ini ke seluruh pengda yang ada melalui surat no … tertanggal …, dan ini sebelum adanya jadwal liga manapun dibuat. Pada saat itu kami memberikan waktu untuk memberikan masukan bilamana tidak menyetujui program tersebut. Ada beberapa pengda menanyakan hal tersebut dan kami jelaskan secara lisan dan mereka mengerti dan hampir seluruh pengda menyetujuinya dengan program tersebut (sebagai kenyataan hampir seluruh selekda tergelar yang berarti memang sudah mereka menyetujuinya). Jadi apa yang disangkakan oleh sebagian anggota bahwa pengurus pusat bertindak semena-mena tidak benar, bahkan untuk hadiah kita coba mengatur dengan ketentuan yang sudah pernah ada dibuat oleh masing-masing pengda maksimal 10 juta, itu pun kami atur seperti itu agar tidak membuat prasangka yang buruk atas program ini (tahun depan kita akan coba mengatur hadiahnya akan diperbesar lagi). Dengan penjelasan ini kami harap bisa menjawab semua pertanyaan di atas.

  1. Pengurus pusat harus menjalankan peraturan dengan tegas/tidak memikirkan dengan blok tertentu:

Saya rasa dengan penjelasan di atas sudah terjawab pertanyaan ini bahwa kami tidak pernah hanya memikirkan pada blok tertentu, dan apakah kami harus memberitahukan pada publik bilamana ada teguran tertentu pada pelanggaran aturan yang ada.

  1. Pusat hanya memikirkan semua seperti bisnis:

Keuntungan bisnis yang mana yang didapat oleh pusat selama ini, semua lomba yang disubsidi pusat bilamana ada keuntungan tidak dikembalikan lagi ke pusat, semua diberikan ke masing-masing pengdanya untuk mengelola lomba-lomba daerah berikutnya di masing-masing daerah. Jadi tidak ada sedikit pun pusat mengambil keuntungan tersebut. Apakah ini dikelola secara bisnis? Nanti mulai bulan September 2020 (bilamana mungkin) sampai dengan Desember kita akan mengadakan lomba-lomba daerah yang hadiahnya subsidi dari pusat agar bisa membatu memulai kegiatan daerah setelah pandemi ini.

  1. Lomba gratis:

Pernah kami melakukan lomba gratis untuk junior yang hadiahnya disubsidi seluruhnya oleh pusat, tapi banyak keluhan dari pengda dengan gratis merugikan panitia setempat (sehingga terjadi lomba dibatasi pendaftarannya dan lain-lain, dan ini merugikan anggota PPMBSI). Oleh karena itu kami memutuskan untuk ditetapkan lomba tersebut dengan pendaftaran yang seminim mungkin sebesar 20 ribu dengan hadiah tetap disubsidi oleh pusat secara keseluruhan dan tetapi hasilnya ada beberapa daerah enggan melaksanakan lomba junior ini yang dianggap tidak menguntungkan (karena mengurangi pendapatan dari galatamanya). Oleh karena itu kami sebagai pengurus memikirkan bagaimana cara untuk menyiasati kendala yang ada. Maka kami mencoba membuat program baru untuk lomba junior seperti yang kita sudah coba jalankan (selekda), dengan selekda ini lomba akan lebih banyak di daerah sehingga uang subsidi bisa dirasakan lebih banyak anggota. Daerah yang sebelumnya tidak pernah merasakan lomba daerah (yang seharusnya menjadi tanggung jawab dari pengda masing-masing) sekarang bisa merasakannya, yang mana kita harapkan akan menambah penghobi daerah lebih banyak lagi ke depannya.

  1. Kembali ke sistem lama sehingga kalau merpatinya fit bisa datang ke lomba:

Pertama, sistem lama hanya bisa dinikmati oleh lebih sedikit pemain dan untuk menyelesaikan lomba juga dibutuhkan waktu yang cukup dikarenakan peserta yang semakin banyak juga dan banyak pemain yang mengeluhkan sistem lama akan mempengaruhi stamina dari burung junior yang lomba sehari sebelum lomba utama. Kedua, bagaimana pemain yang tidak pernah ikut lomba-lomba sebelumnya mau mencoba melombakan merpatinya di lomba nasional yang biasanya cukup jauh lokasinya dari tempat tinggal mereka, apakah dengan ini kita bisa membina pemain pemain baru. Jikalau kita punya burung junior yang kondisi fit pada saat lomba nasional dan gagal pada selekda kan bisa juga untuk ikut pada lomba galatama junior dan lomba utama, kalau masalah kalah/jeblos muter dan lain-lain sebagainya hal ini sudah biasa pada lomba apapun. Misalkan bisa juga terjadi pada sistem lama merpati junior yang dilombakan hari Sabtu dengan peserta lebih dari 500 berapa terbangan untuk merpati tersebut masuk 10 besar (dapat hadiah) dan merpati tersebut jeblos/muter/kalah pada 1 terbangan sebelum itu, dan dengan sistem baru merpati tersebut ikut galatama/kejurnas hari Jumat (5 terbangan untuk juara 1), sistem yang mana menurut logika lebih baik untuk merpati tersebut untuk kerja lebih maksimal. Dari segi peserta pun dengan selekda ini akan memberikan peserta dari semua daerah bisa datang minimal merpati-merpati yang masuk nominasi dikarenakan untuk merpati yang hadir diberikan subsidi transportasi juga (tahun depan selain hadiah akan diperbesar uang penampilan pun akan kami tambahkan, juga hadiah akan kami siapkan untuk kru dan peternak) .

  1. Masalah pengaturan keuangan pusat:

Seperti pada organisasi lainnya dan pemerintahan kita, nggak mungkin setiap orang bisa minta penjelasan seperti yang diminta. Pengurus pusat hanya wajib memberikan penjelasan ke masing-masing pengurus daerah, seharusnya anggota menanyakan masalah ini melalui jalur yang disediakan anggota ke klub/penglok dan pengda bukan langsung di medsos ke pusat seperti ini. Coba saja kita sebagai rakyat minta laporan keuangan ke pemerintah apa bisa? Sebenarnya keuangan PPMBSI ini sudah kita kelola sangat transparan setiap anggota bisa memeriksa secara mudah kalau mau, pemasukan kita hanya dari penjualan ring saja dan nomor ring setiap tahun sudah jelas yang terjual berapa, pengeluaran kami pun sudah jelas semua anggota bisa menghitung kalau mau, tinggal hitung saja subsidi-subsidi lomba yang kami berikan, kan jelas semuanya, penjualan ring setiap tahunnya ada kenaikan dan total hadiah pun naik sedangkan kewajiban panitia tetap, berarti jumlah subsidi yang kami keluarkan bertambah. Saat ini kami selalu membuat budget yang diberikan setiap rakernas untuk tahun berikutnya dan semua laporan ada di setiap pengda.

  1. Harga ring yang naik Rp500:

Ini kita butuhkan untuk menjalankan subsidi lomba-lomba ke depannya. Kita ketahui harga dari pembuatan ring ini dengan model lama tidak mungkin bisa berbeda 500, tapi kami sebagai pengurus mencoba bernegosiasi dengan pembuat agar memberikan harga yang maksimal agar tidak memberatkan anggota maka terjadi kesepakatan kenaikan seperti itu. Apakah bisa kami tidak menaikkan harganya pasti bisa malah masih bisa menurunkannya, pasti ada konsekuensinya menurunkan keuntungan penjual ring pusat (yang mana kita tidak lakukan dikarenakan kita mengetahui repotnya menjual ring tersebut) atau mengurangi pendapatan pusat yang mengakibatkan jumlah subsidinya bisa berkurang.

  1. Protokol kesehatan covid 19:

Sampai saat ini jangankan organisasi kita saja yang belum mengatur masalah ini, masih banyak organisasi/perkumpulan lainnya yang lebih besar dari kita juga belum membuat aturannya, apa tidak berlebihan kalau kita menyimpulkan pemain merpati balap tidak dapat tertular dikarenakan berjemur terus? Terlalu berani kita memberikan kesimpulan tersebut, kami berpikir yang terbaik saat ini kita mengikuti apa yang jadi peraturan dari pemerintah saja.

Kami harap penjelasan di atas semua sudah bisa menjawab apa yang jadi pertanyaan saat ini, tahun depan periode kepengurusan kami sudah berakhir, semoga ke depannya ada yang bisa menggantikan kami dengan bekerja lebih baik lagi untuk kemajuan PPMBSI.

Terima kasih.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini