SINAR BIRU (KIRI) & DAYAK (KANAN)

Persaingan menuju juara di kelas Junior Lomba Balap Merpati Tingkat Nasional PPMBSI di Lanud Raci Pasuruan berlangsung seru. Salah satu laga menarik terjadi di babak semifinal antara Dayak milik Topsong Klaten yang dijoki Yusuf melawan Perak Mas milik Agus SK dengan joki Mr. K.

Awalnya, juri telah menunjuk Dayak sebagai pemenang, meski hanya terpaut tipis. Keputusan ini diprotes pihak Perak Mas. Setelah menonton ulang vidio replay, dewan juri memutuskan kedua pembalap itu draw sehingga harus terbang ulang.

Pada laga ulang, Dayak akhirnya menang cukup telak setelah mendekati finis bisa meninggalkan Perak Mas dengan jarak yang cukup jelas. Meskipun bersyukur bisa menang di babak semifinal dan bisa lolos ke partai puncak, Yusuf dan kawan-kawan menyadari, secara fisik kondisi Dayak tentu lebih lelah.

Di partai final, kedua pembalap bisa terus saling mengimbangi, berusaha mengambil posisi paling depan. Namun mendekati garis  finis, Sinar Biru terbukti bisa nembak lebih keras dan cepat sehingga mampu meninggalkan Dayak dengan jarak yang sangat jelas.

“Iya, di babak final kami tertinggal saat mau masuk finis. Cukup jelas tertinggalnya, mungkin sekitar satu meteran. Kami menduga karena kondisi fisiknya memang sudah lelah, waktu istirahat untuk pemulihan yang dimiliki oleh Sinar Biru lebih lama, sementara Dayak kan sempat harus terbang ulang. Tapi begitulah dalam lomba merpati balap, kadang hal-hal  seperti ini harus dilalui,” jelas Yusuf saat ditemui di kandangnya, kawasan Kartasura, Solo Raya.

Hasil ini membuat Dayak harus puas menempati posisi runner up atau kedua di bawah Sinar Biru milik H. Aziz dari tuan rumah Pasuruan. “Kami tetap bersyukur dengan hasil ini. Kami juga tetap angkat jempol untuk Sinar Biru dan para pembalap junior lain. Semoga laga-laga PPMBSI berikutnya semakin seru dan meriah, terus bermunculan gaco-gaco handal dari daerah.”

Dayak adalah jago muda umur sekitar satu tahun, hasil ternak dari Catur dengan Ring Destiar. Catur pernah menjadi pendamping Yusuf. “Saya membeli mungkin sudah sekitar 6 bulan lalu. Kebetulan dari beberapa kali latihan awal yang dilakukan Catur, saya lihat burung ini bagus, punya prospek. Suatu ketika Catur bilang lagi ada butuh dan pengin jual, lalu saya beli dan kasih nama Dayak.”

Dayak sempat dilatih beberapa pekan oleh Yusuf hingga akhirnya mengikuti lomba Selekda Junior, dan masuk urutan ketiga. Ini adalah jatah kuota terakhir dari Selekda di Klaten yang berhak atas tiket kelas Junior di giringan Nasional Pasuruan, 9-11 April 2021.

Ada pun Sinar Biru milik H. Aziz yang  dijoki oleh Imam, adalah pembalap dengan ring Tekun Medan. Sinar Biru masuk babak final, setelah di semifinal menyisihkan pembalap MB milik Satya dari Jakarta yang dijoki Junod.

Aturan baru PPMBSI, untuk kelas Junior hasil selekda, selain (pemilik) burung juara, kru dan peternak juga berhak atas hadiah dalam jumlah tertentu.

Sebagai juara 1, H. Aziz berhak atas hadiah 20 juta rupiah, kemudian kru Imam dan kawan-kawan mendapat 2,5 juta, demikian juga pemilik ring Tekun kebagian 2,5 juta. Ada pun pada pembalap Dayak, Topsong sebagai pemilik berhak atas hadiah sebesar 7,2 juta, Yusuf dan kru mendapat 1,25 juta, kemudian Catur sebagai peternak atau pemilik ring Destiar berhak atas hadiah 1,25 juta.

Hadiah dan data juara kelas junior selengkapnya bisa disimak pada tabel di bawah ini.

(Baca berita menarik berikutnya: Menyingkap Trah Para Jawara Nasional Junior di Pasuruan)

HASIL LENGKAP LOMBA BALAP MERPATI NASIONAL PPMBSI KELAS JUNIOR DALAM RANGKA HUT KE-75 TNI AU DI PASURUAN + HADIAH:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini